Lewati ke konten
Tyara Tour

Sebelum memasuki Masjidil Haram

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan

  • Tidak ada Talbiah lagi setelah memasuki batas tanah Haram.
  • Berwudhu (jika batal).

Memasuki Masjidil Haram

  • Mendahulukan kaki kanan dan melafazhkan doa:
Thawaf: Masuk MasjidilHaram

“Dengan menyebut Asma Allah, dan shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, Ya Allah bukalah pintu rahmat‐Mu untukku.”

(HR. Muslim no. 713, dan Ibnu Sunni dalam Amalul Yaum wal Lailah no. 88)

  • Melakukan Thawaf (Tidak ada shalat Tahiyatul Masjid apabila hendak melakukan Umrah / Thawaf Qudum, namun untuk seterusnya disunnahkan untuk melakukan shalat dua Rakaat setiap kali memasuki Masjidil Haram).

Ketika melihat ka’bah maka hendaknya berdoa dengan doa yang dilakukan oleh Shahabat Umar Radhiallahu’anhu yang lafazhnya :

Thawaf: Doa UmarRA

“Ya Allah, Engkau adalah Penyelamat (hamba‐hamba‐Mu dari Kebinasaan), dari Engkau pula keselamatan diharapkan, maka kekalkanlah kami –wahai Rabb kami‐ dalam keselamatan.”

(HR. Al‐Baihaqi V/72, sanadnya hasan. Lihat Manaasikul Hajji wal umroh oleh Syaikh al‐ Albani rahimahullah).

Sebelum memulai Thawaf

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan

  • Dalam keadaan suci / berwudhu (apabila batal, dianjurkan untuk berwudhu menggunakan air zam zam yang posisinya berada di sisi luar lingkaran thawaf.
  • Untuk Ikhwat, melakukan idhtiba yaitu mengganti posisi kain ihram yang dipakai sehingga bagian pundak pada tangan kanannya dalam keadaan terbuka (terlihat). (hanya khusus thawaf qudum saja).
Thawaf: Idhtiba

(Lihat HR. Abu Dawud no. 1884, Shahih).

Thawaf: Pundak kananterbuka
  • Prosesi Thawaf terdiri dari tujuh putaran yang diawali dari Hajar Aswad dan diakhiri di Hajar Aswad yang dilanjutkan dengan shalat sunnah Maqam Ibrahim dan meminum air zam zam.
  • Mengikuti Etika Thawaf

Etika Thawaf

  • Jangan mendesak, mendorong, atau menyakiti sesama jama’ah

(HR. Al‐Bukhori no. 1597).

  • Thawaf mengelilingi Ka’bah dan menjadikan Ka’bah berada di sebelah kiri sisi badan kita

(Lihat HR. Muslim no. 893 (2).

  • Untuk Ikhwan disunnahkan untuk berlari-lari kecil antara Hajar Aswad dan Rukun Yamani pada tiga putaran pertama / Raml

(Lihat HR. Muslim no. 921 (2), Abu Dawud no. 1885 Dari Ibnu Umar Radhiallahu’anhuma).

  • Raml dan Idhtiba’ hanya dilakukan pada thawaf qudhum saja tidak pada thawaf ifadzhoh

(HR. Abu Dawud no. 2001 dan Ibnu Majah no. 3060, Shahih lihat Shohih Abi Dawud al‐Umm no. 1746).

  • Disunnahkan untuk mengusap Rukun Yamani dengan tangan kanan tanpa membaca do’a / dzikir tertentu pada setiap putaran

(apabila hal tersebut memungkinkan).

  • Disunnahkan untuk melakukan Iltizam / menempelkan bagian tubuh pada Multazam (antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah) seraya berdoa (apabila hal tersebut memungkinkan) karena tempat ini merupakan tempat yang makbul.

(HR Ibnu Majah no. 2962, disebutkan oleh Syaikh Albani dalam Silsilah Ahaadits Shohihah no. 2138)

  • Tidak ada bacaan, wirid, atau dzikir tertentu ketika thawaf, akan tetapi anda dianjurkan untuk memperbanyak berdzikir mengingat Allah.

Pada saat Thawaf

Berikut adalah ilustrasi yang mengambarkan lingkungan di sekitar Ka’bah.

Thawaf: Kabah
  • Putaran Pertama

Mengusap Hajar Aswad dengan tangan kanan, lalu menciumnya

(HR. Muslim no. 1268 [246]).

Hal ini dilakukan pada setiap putaran apabila memungkinkan,

seraya mengucapkan

Thawaf: Pertama 01

Atau

Thawaf: Pertama 02

(HR. Al‐Bukhori no. 1613 & Al‐Baihaqy dalam as‐Sunan al‐Kubro no. 9250 dan juga Ahmad II/14 no. 4628, tercantum pula dalam Hajjatun Nabiy oleh Syaikh Al‐Albani hal. 57).

Jika tidak mungkin menciumnya, maka

  • Cukup mengusapnya dengan tangan kanan, lalu mencium tangan tersebut sambil mengucapkan bacaan dzikir di atas.
  • Jika tetap tidak mungkin mengusapnya dengan tangan, maka cukup untuk memberi isyarat kepadanya dengan tangan kanan sambil mengucapkan bacaan dzikir di atas tanpa perlu mencium tangan tersebut.

Setelah itu dilanjutkan dengan membaca dzikir

Thawaf: Dzikir 01

Atau

Thawaf: Dzikir 02

Atau

Thawaf: Dzikir 03
  • Putaran pertama

Untuk Ikhwan disunnahkan untuk melakukan Raml / berlari-lari kecil (jika memungkinkan). Raml / berlari kecil berhenti saat posisi sejajar dengan rukun Yamani. Dari Rukun Yamani hingga Hajar Aswad bacaan dzikir

diganti menjadi bacaan do’a

Teks Arab Do’a antara Rukun Yamani & Hajar Aswad

“Wahai Rabb kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di Akhirat dan jauhkanlah kami dari siksa api neraka.”

(HR. Abu Dawud no. 1892, Ahmad III/411. Hadits ini hasan, lihat Shahih Abi Dawud I/354.)

Setelah sampai pada Hajar Aswad, kembali mengucapkan takbir dan dilanjutkan dengan bacaan dzikir yang telah disebutkan sebelumnya.

  • Putaran Kedua dan Ketiga

Lakukan sama seperti yang dilakukan pada putaran pertama termasuk melakukan Raml / Berlari-lari kecil.

  • Putaran Keempat hingga Ketujuh

Lakukan hal yang sama seperti putaran-putaran sebelumnya, hanya saja pada putaran keempat Ikhwan tidak lagi melakukan Raml melainkan jalan seperti biasa.

Pada putaran keenam atau sebelum selesai / setelah selesai thawaf dianjurkan untuk melakukan Iltizam apabila memungkinkan, bila tidak hal ini dapat dilakukan pada thawaf sunnah.

Catatan tambahan yang perlu diketahui

pada saat sedang thawaf

  • Jika wudhu anda batal maka segeralah berwudhu lalu ulangi putaran thawaf Anda, tanpa harus mengulangi dari putaran pertama. Misalnya wudhu Anda batal pada putaran keempat, maka setelah berwudhu anda hanya mengulangi putaran yang keempat lalu lanjutkan thawaf hingga selesai.

(Lihat Nubdzatut Tahqiiq hal.39).

  • Jika anda sedang thawaf lalu iqomat dikumandangkan, maka shalatlah bersama imam Masjidil Haram, sesudah salam maka lanjutkan thawaf dari tempat shalat Anda.

(Lihat Shohih al‐Bukhori Bab Idza Waqafa fit Thawaf (Bab apabila berhenti ketika thowaf) Dibawah hadits 1622).

  • Jika anda ragu terhadap jumlah putaran thawaf yang telah dikerjakan, apakah tiga putaran atau empat, maka ambilah bilangan yang terkecil, yaitu tiga, lalu lanjutkan hingga selesai.

(lihat Fiqhus Sunnah oleh Sayyid Sabiq II/227).

Setelah Thawaf

Pada akhir thawaf (akhir putaran ketujuh) ketika anda telah kembali di Hajar Aswad, Jama’ah tidak lagi mengusap Hajar Aswad dan tidak pula mengangkat tangan memberi isyarat kepadanya, cukup dengan menghadapnya. Dan prosesi thawaf selesai.

Selanjutnya, untuk ikhwan diharapkan untuk menutup kembali pundak dengan kain Ihram seperti halnya sebelum memulai prosesi Umrah dan segera menuju Maqam Ibrahim seraya membaca:

Thawaf: Setelah thawaf

(Lihat HR. Abu Dawud no. 1905, lihat juga Shahih Ibnu Majah no. 2494, Shahih Abi Dawud no. 1676.)

Sesampainya di Maqam Ibrahim, Lakukan shalat sunnah 2 raka’at tepat di belakang Maqam Ibrahim (apabila memungkinkan, namun jika tempat tersebut dipenuhi oleh orang-orang yang melakukan thawaf ataupun shalat, maka shalatlah di mana saja jama’ah mendapat tempat di Masjidil Haram).

Thawaf: Posisi sholat

Shalat dua raka’at di belakang Maqam Ibrahim, Raka’at pertama

setelah surat al‐Fatihah

Thawaf: Al Fatihah

Lalu membaca surat al‐Kafirun.

Thawaf: Al Kafirun

kemudian pada raka’at kedua setelah surat al‐Fatihah membaca surat al‐Ikhlas.

Thawaf: Al Ikhlas

(HR. Abu Dawud no. 1905, lihat juga Shahih Ibnu Majah no. 2494, Shahih Abi Dawud no. 1676.)

Setelah shalat dua raka’at, lalu langsung menuju ke tempat yang telah disediakan air zam‐zam, minum air zam‐zam dengan doa apa saja, boleh melakukan doa seperti yang dicontohkan Sahabat Abdullah bin Abbas Radhiallahu’anhuma.

Teks Arab Do’a Meminum Air Zam Zam

(HR. Ad‐Daruquthni no. 2701 dan al‐Hakim dalam kitabnya al‐Mustadrak 1/473.)

Setelah selesai meminum air zam zam, prosesi thawaf telah selesai dan dilanjutkan dengan sa’i.

Bacaan

Ketuk di mana saja untuk menutup.

Kenyamanan jamaah adalah prioritas kami

4,9dari 33 ulasan Google
Ulasan Google13 / 06 / 26

“Pelayanan sangat baik dan detail, membantu ibadah haji dan umrah sesuai tuntunan sunnah.”

★★★★★
Ochit DuckLihat di Google: ulasan Ochit Duck (tab baru)
Ulasan Google11 / 06 / 26

“Pelayanannya MasyaAllah ❤️ dari owner nya yg masih muda tp luar biasa ilmu kepemimpinannya : tak segan turun tangan angkat angkut, selalu ramah, murah senyum dan menjawab semua pertanyaan juga permintaan dengan sabar dan tenang sampai² kami menyebutnya Mr. Soft Spoken ☺️ Ustad pembimbing juga MasyaAllah ilmunya tinggi meski masih muda, tak ada lelah untuk memberi ilmu dan mengingatkan kami, cara penyampaian blak blak an, sangat jelas, membanting hati kami yg masih bnyk khilaf dg gemerlap dunia. Membuat kami tersadar betapa selama ini lalai dg tujuan utama Allah menciptakan kami. Jazakumullah khayr ustad fathi dan ustad ali 🙏🏻 Barakallahu fiik atas ilmunya semoga Allah jaga ustad berdua juga keluarga dan segala ilmu yg diberikan menjadi ladang amal yg memperberat timbangan diyaumul akhir nanti 🤲 Aamiin Allahumma Aamiin Semua staf dan kru juga mutowif sigap, cepat tanggap, sabar dan berusaha memberi yg terbaik. Tim handling bagasi dan tiket juga memuaskan pelayanannya. Pak dokter yg selalu tenang, sabar juga sigap dlm mengobati. Stok obat cukup lengkap dlm jml yg cukup. Apartemen transit nyaman, makanannya pas dilidah Indonesia dan menu beragam. Bus nya juga bagus dan nyaman. Tenda di mina nyaman dengan plafon yg benar² efektif menahan panas dan ada toilet darurat yg bisa diakses jika antrian di toilet umum sedang diluar nalar 🤭 hny kl bs mgkin maktabnya agak kedepan sedikit yaa .. Hotel di mekah dan madinah juga sangat nyaman. City tour meski hny sedikit tempat yg dikunjungi tp semua berfaedah dan ada hikmah serta ilmu yg bs diambil. Sedikit saran : mohon disediakan mutowif akhwat selain untuk kunjungan rawdah krn ada bbrp kondisi yg kami para akhwat butuh bimbingan tersendiri terkait hal² wanita yg segan diutarakan ke ustad atau pembimbing ikhwan. Jazakumullah khayr untuk segenap tim tyara tour 🙏🏻 Barakallahu fiik”

★★★★★
fitriana titisLihat di Google: ulasan fitriana titis (tab baru)
Ulasan Google10 / 06 / 26

“Masya Allah, terima kasih Tyaratour atas pelayanan Haji Plus 1447H yang luar biasa. Kehadiran Ustadz Fathi Jawas dan Ustadz Ali Yazid Jawas sebagai pembimbing benar-benar menjadi nilai tambah yang luar biasa. Hati kami merasa sangat tenang karena setiap rukun ibadah diarahkan agar sesuai dengan Sunnah, didukung dengan kajian-kajian mendalam selama rangkaian haji berlangsung. Pengaturan itinerari yang efektif membuat kami tidak merasa terburu-buru, sehingga bisa benar-benar fokus, khusyuk, dan tenang dalam memaksimalkan ibadah. Terima kasih telah mengutamakan kenyamanan spiritual jamaah. Semoga Tyaratour selalu dalam lindungan dan keberkahan Allah SWT.”

★★★★★
Arvin ZiyadLihat di Google: ulasan Arvin Ziyad (tab baru)
Ulasan Google10 / 06 / 26

“Alhamdulillah pernah coba layanan haji khusus disini, pelayanan memuaskan dan dibimbing oleh asatidz yg menekankan sunnah”

★★★★★
Rizal FauziLihat di Google: ulasan Rizal Fauzi (tab baru)
Ulasan Google14 / 09 / 19

“Travel umroh dan haji dengan pembimbing ustadz Yazid Abdul Qodir Jawaz. Tata cara ibadah insya Allaah sesuai sunnah. Ibadah jadi lebih mantap dan tenang. Infonya, tahun depan (2020) kantor Tyaratour akan pindah ke Fatmawati.”

★★★★★
Amin Budi HartantoLihat di Google: ulasan Amin Budi Hartanto (tab baru)