Lewati ke konten
Tyara Tour

Menjalankan Ibadah Shalat Fardhu

Setelah terbit fajar, laksanakan shalat subuh secara berjama’ah dan diawal waktunya.

Wukuf di Muzdalifah

Setelah shalat dilanjutkan untuk menuju Masy’aril Haram, yaitu bukit yang berada di Muzdalifah (apabila memungkinkan apabila tidak seluruh Muzdalifah merupakan Mauqiff / Tempat berhenti yang disyari’atkan). (HR. Ahmad IV/82. Dishahihkan oleh Syaikh Alalbani dalam Shahih Jami’ush Shaghir no. 4537. Lihat pula Hajatun Nabiy oleh Syaikh al‐Albani hal. 78).

Di Mauqiff hendaknya jama’ah menghadap kiblat dan memanjatkan pujian kepada Allah, bertakbir, dan berdo’a kepada‐Nya. (Disebut Wukuf di Muzdalifah dan hukumnya adalah wajib)

(HR Muslim no. 1218 (147)).

Menuju Mina

Setelah matahari terbit, jama’ah berangkat menuju Mina disertai dengan mengumandangkan talbiah, teruslah bertalbiah dengan mengeraskan suara hingga sampai melempar jamarat Aqabah.

Lempar Jamarat Aqabah

Melempar Jumrah Aqabah ini waktunya dari sesudah matahari terbit / pada saat dhuha (HR. An‐Nasa‐i no. 3065, dihasankan oleh Syaikh al‐Albani dalam Hajatun Nabi hal. 80) dan dibolehkan bagi yang mempunyai hambatan/‐ keterlambatan/udzur (yang tidak mampu melempar pada waktu dhuha) untuk melemparnya pada malam hari.

Melempar 7 buah kerikil ke pilar Aqbah sambil membaca takbir di setiap lemparan (dan hal ini berlaku bagi seluruh jama’ah baik Ikhwan maupun akhwat).

Hari Nahar - 10 Dzulhijjah: Jamarat 01

Atau

Hari Nahar - 10 Dzulhijjah: Jamarat 02

Menyembelih Hewan Hadyu

Disunnahkan untuk menyembelih dengan tangan sendiri bila dirasa mudah, namun kalau tidak mampu boleh diwakilkan kepada orang lain atau yayasan yang amanah (dalam jangka waktu selama 3 hari).

Ketika menyembelih mengucapkan

Hari Nahar - 10 Dzulhijjah: Menyembelih hewan

“(Dengan Nama Allah dan Allah Mahabesar). Ya Allah ini dari‐Mu dan milik‐Mu. (Ya Allah terimalah (amalan ini) dariku).”

(HR. Abu Dawud no. 2810 dan yang lainnya dari hadits Jabir bin Abdillah dan terdapat syahid dari hadits Abu Sa’id al‐Khudry. Dishahihkan oleh Syaikh al‐Albani dalam Irwa‐ul Ghalil no. 1118)

Apabila memungkinkan, jama’ah dianjurkan untuk memakan dari daging sembelihannya.

Barangsiapa yang dia tidak mampu mendapatkan hewan sembelihan maka baginya adalah puasa pada hari tasyriq (11, 12, 13 Dzulhijjah) dan puasa sebanyak 7 hari setelah pulang ke kampung halaman (QS: Al-Baqarah ayat 196).

Tahallul Awwal

Mencukur (gundul) rambut kepala atau memendekkannya, tetapi mencukur (gundul) adalah lebih utama. Ini berlaku bagi laki‐laki. Sedangkan untuk perempuan adalah cukup mencukur sedikit bagian ujung rambutnya saja seperti yang telah dijelaskan. (Lihat Silsilah Ahaadits ash‐Shahiihah no. 605 dan Shahih Sunan Abi Dawud no. 1732.).

Mencukur rambut dimulai dari kepala sisi sebelah kanan berdasarkan hadits Anas. (HR. Muslim dan yang lainnya, lihat Irwa‐ul Ghaliil no. 1085).

Haram memangkas habis jenggot atau memotongnya. Berdasarkan Hadits Rasulullah Shallallahu’Alaihi Wasallam:

Hari Nahar - 10 Dzulhijjah: Al‐Bukhori5892 dan Muslim259

“Selisihilah Kaum Musyrikin, peliharalah jenggot, dan tipiskanlah kumis kalian.”

(HR. Al‐Bukhori no. 5892 dan Muslim no. 259 (54)).

Setelah menggunduli kepala maka itu telah masuk pada tahallul yang pertama maka boleh baginya segala sesuatu yang diharamkan baginya ketika sedang berihram kecuali jima’ dengan isteri (Lihat Musnad Imam Ahmad 1/234, Ibnu Majah no. 3041, Shohih. Lihat Silsilah Ahaadits ash‐Shahiihah no. 239.).

Thawaf Ifadhah

Setelah tahallul pertama, jama’ah berangkat menuju Makkah untuk melakukan Thawaf Ifadhah di mana Thawaf Ifadhah merupakan bagian dari Rukun Haji. Prosesi Thawaf Ifadhah sama dengan Thawaf Qudum yang dilakukan sebelum prosesi haji, seperti Thawaf, Shalat Maqam Ibrahim, Meminum Zam Zam, Sa’I, dan diakhiri dengan Tahallul Akhir.

Barangsiapa yang telah melepaskan ihram dan mengganti baju pada saat mengerjakan thawaf ifadhah, selesainya Thawaf Ifadhah / Tahallul akhir harus dilakukan sebelum Maghrib. Jika tidak maka jama’ah harus tetap dalam keadaan ihramnya sebagaimana keadaannya ketika sebelum melempar jamarat, dan yang demikian berlaku sampai thawaf ifadhah dikerjakan.

(Lihat shahih di Shahih Sunan Abi Dawud no.1999)

Setelah selesai keseluruhan proses maka jama’ah dapat kembali ke Mina untuk menjalani hari Tasyriq (11-13 Dzulhijjah).

Menuju Tenda Mina

Jama’ah diharapkan untuk tidak lupa membaca dzikir pagi dan petang, memperbanyak doa dan tetap melakukan Ibadah Shalat Fardhu secara berjama’ah selama berada di tenda Mina.

Berikut adalah rangkuman ilustrasi keseluruhan proses haji

Hari Nahar - 10 Dzulhijjah: Proses haji

Bacaan

Ketuk di mana saja untuk menutup.

Kenyamanan jamaah adalah prioritas kami

4,9dari 33 ulasan Google
Ulasan Google13 / 06 / 26

“Pelayanan sangat baik dan detail, membantu ibadah haji dan umrah sesuai tuntunan sunnah.”

★★★★★
Ochit DuckLihat di Google: ulasan Ochit Duck (tab baru)
Ulasan Google11 / 06 / 26

“Pelayanannya MasyaAllah ❤️ dari owner nya yg masih muda tp luar biasa ilmu kepemimpinannya : tak segan turun tangan angkat angkut, selalu ramah, murah senyum dan menjawab semua pertanyaan juga permintaan dengan sabar dan tenang sampai² kami menyebutnya Mr. Soft Spoken ☺️ Ustad pembimbing juga MasyaAllah ilmunya tinggi meski masih muda, tak ada lelah untuk memberi ilmu dan mengingatkan kami, cara penyampaian blak blak an, sangat jelas, membanting hati kami yg masih bnyk khilaf dg gemerlap dunia. Membuat kami tersadar betapa selama ini lalai dg tujuan utama Allah menciptakan kami. Jazakumullah khayr ustad fathi dan ustad ali 🙏🏻 Barakallahu fiik atas ilmunya semoga Allah jaga ustad berdua juga keluarga dan segala ilmu yg diberikan menjadi ladang amal yg memperberat timbangan diyaumul akhir nanti 🤲 Aamiin Allahumma Aamiin Semua staf dan kru juga mutowif sigap, cepat tanggap, sabar dan berusaha memberi yg terbaik. Tim handling bagasi dan tiket juga memuaskan pelayanannya. Pak dokter yg selalu tenang, sabar juga sigap dlm mengobati. Stok obat cukup lengkap dlm jml yg cukup. Apartemen transit nyaman, makanannya pas dilidah Indonesia dan menu beragam. Bus nya juga bagus dan nyaman. Tenda di mina nyaman dengan plafon yg benar² efektif menahan panas dan ada toilet darurat yg bisa diakses jika antrian di toilet umum sedang diluar nalar 🤭 hny kl bs mgkin maktabnya agak kedepan sedikit yaa .. Hotel di mekah dan madinah juga sangat nyaman. City tour meski hny sedikit tempat yg dikunjungi tp semua berfaedah dan ada hikmah serta ilmu yg bs diambil. Sedikit saran : mohon disediakan mutowif akhwat selain untuk kunjungan rawdah krn ada bbrp kondisi yg kami para akhwat butuh bimbingan tersendiri terkait hal² wanita yg segan diutarakan ke ustad atau pembimbing ikhwan. Jazakumullah khayr untuk segenap tim tyara tour 🙏🏻 Barakallahu fiik”

★★★★★
fitriana titisLihat di Google: ulasan fitriana titis (tab baru)
Ulasan Google10 / 06 / 26

“Masya Allah, terima kasih Tyaratour atas pelayanan Haji Plus 1447H yang luar biasa. Kehadiran Ustadz Fathi Jawas dan Ustadz Ali Yazid Jawas sebagai pembimbing benar-benar menjadi nilai tambah yang luar biasa. Hati kami merasa sangat tenang karena setiap rukun ibadah diarahkan agar sesuai dengan Sunnah, didukung dengan kajian-kajian mendalam selama rangkaian haji berlangsung. Pengaturan itinerari yang efektif membuat kami tidak merasa terburu-buru, sehingga bisa benar-benar fokus, khusyuk, dan tenang dalam memaksimalkan ibadah. Terima kasih telah mengutamakan kenyamanan spiritual jamaah. Semoga Tyaratour selalu dalam lindungan dan keberkahan Allah SWT.”

★★★★★
Arvin ZiyadLihat di Google: ulasan Arvin Ziyad (tab baru)
Ulasan Google10 / 06 / 26

“Alhamdulillah pernah coba layanan haji khusus disini, pelayanan memuaskan dan dibimbing oleh asatidz yg menekankan sunnah”

★★★★★
Rizal FauziLihat di Google: ulasan Rizal Fauzi (tab baru)
Ulasan Google14 / 09 / 19

“Travel umroh dan haji dengan pembimbing ustadz Yazid Abdul Qodir Jawaz. Tata cara ibadah insya Allaah sesuai sunnah. Ibadah jadi lebih mantap dan tenang. Infonya, tahun depan (2020) kantor Tyaratour akan pindah ke Fatmawati.”

★★★★★
Amin Budi HartantoLihat di Google: ulasan Amin Budi Hartanto (tab baru)