Lewati ke konten
Tyara Tour

Sebelum Sa’i

Hal-hal yang perlu diperhatikan

  • Berbeda dengan thawaf, prosesi sa’I tidak diisyaratkan untuk bersuci atau dalam keadaan berwudhu.

(lihat Fiqhus Sunnah II/224).

  • Sama halnya dengan thawaf, sa’i dilakukan tujuh kali perjalanan dengan diawali dari bukit Shafa dan diakhiri di bukit Marwah, perjalanan Shafa ke Marwah dianggap sebagai satu perjalanan.
  • Diantara bukit Shafa dan Marwah, terdapat dua tanda hijau di mana pada saat melintasi antara dua tanda hijau tersebut disunnahkan untuk berlari kecil.

(HR Ibn Abi Syaibah IV/68, 69 dari Ibnu Mas’ud dan Ibnu Umar, dengan dua sanadnya yang shahih dari Al‐Musayyib bin Raafi’ al‐Kahili dan Urwah bin Zubair.).

Sa'i: Prosesi sai

Pada saat mendekati bukit Shafa, maka mengucapkan lafazh surat

Al-Baqarah ayat 158

Sa'i: Al Baqarah158

“Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi’ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber‐umrah, Maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, Maka Sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”

Atau

Teks Arab Do’a ketika Menaiki Bukit Shofa

“Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi’ar Allah.”

Kemudian mengucapkan do’a

Sa'i: Memulai sai

“Aku memulai sa’i dengan apa yang didahulukan oleh Allah.”

(HR. Muslim (no. 1218 (147))

Setelah di bukit Shafa

  • Setelah berada di atas bukit usahakan memposisikan tubuh menghadap Ka’bah (melihat Ka’bah jika memungkinkan), lalu membaca lafazh:
Teks Arab Bacaan di Bukit Shofa & Marwah

“Allah Mahabesar 3x, Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi‐Nya. Bagi‐Nya kerajaan dan bagi‐Nya segala puji. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah, Yang Maha Esa, Yang melaksanakan janji‐Nya, membela hamba‐Nya (Rasulullah) dan sendirian mengalahkan golongan musuh.”

  • Lalu dilanjutkan dengan berdoa bebas di mana dianjurkan untuk berdoa untuk diri kita, kemudian orang tua, kemudian isteri dan anak, kemudian orang lain. Diutamakan juga membaca doa dengan lafazh dari Al‐Qur‐an dan as‐Sunnah, jika tidak mampu maka boleh berdoa dengan bahasa Indonesia. Adapun bacaan doanya seperti:
Sa'i: Doa shofa

“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung pada‐Mu dari sifat pengecut, dari dikembalikannya aku kepada umur yang paling lemah (pikun) dan fitnah dunia dan dari siksa kubur.”

(HR. Bukhori no. 2822).

  • Membaca lagi point 1.
  • Kemudian dilanjutkan dengan berdoa seperti pada point 2.
  • Kemudian membaca lagi point 1.
  • Dan diakhiri dengan berdoa seperti pada point 2.

Menuju bukit Marwah

Diantara bukit Shafa dan Marwah terdapat dua tanda hijau. Sebelum dan sesudah tanda hijau dianjurkan untuk memperbanyak berdzikir, seperti:

Sa'i: Dzikir marwah01

“Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi‐Nya. Bagi‐Nya kerajaan dan pujian. Dia‐lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Atau

Sa'i: Dzikir marwah02

Setelah masuk diantara dua tanda hijau, apabila memungkinkan lakukanlah lari-lari kecil seraya melafazhkan:

Sa'i: Dua tanda hijau

“Ya Rabb Ampunilah aku Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mulia.”

(HR Ibn Abi Syaibah IV/68, 69 dari Ibnu Mas’ud dan Ibnu Umar, dengan dua sanadnya yang shahih dari Al‐Musayyib bin Raafi’ al‐Kahili dan Urwah bin Zubair.)

Setelah di bukit Marwah

Lakukan prosesi seperti halnya di bukit Shafa.

Menuju bukit Shafa

Sama halnya perjalanan menuju ke bukit Marwah, menuju bukit Shafa juga akan melintasi dua tanda hijau. Sebelum dan sesudah tanda hijau dianjurkan memperbanyak dzikir seperti halnya perjalanan menuju bukit Marwah.

Dan apabila melintasi dua tanda hijau, berlari-lari kecil dan membaca do’a layaknya perjalanan menuju bukit Marwah.

Setelah Sa’i

Setelah melakukan perjalanan sebanyak tujuh kali antara bukit Shafa dan Marwah, destinasi terakhir atau ketujuh akan berada pada bukit Marwah di mana tidak ada bacaan seperti prosesi sebelumnya melainkan langsung menuju pintu keluar Masjidil Haram untuk bertahalul.

Pada saat keluar masjid, tidak lupa untuk melafazhkan

Sa'i: Setelah sai

Bacaan

Ketuk di mana saja untuk menutup.

Kenyamanan jamaah adalah prioritas kami

4,9dari 33 ulasan Google
Ulasan Google13 / 06 / 26

“Pelayanan sangat baik dan detail, membantu ibadah haji dan umrah sesuai tuntunan sunnah.”

★★★★★
Ochit DuckLihat di Google: ulasan Ochit Duck (tab baru)
Ulasan Google11 / 06 / 26

“Pelayanannya MasyaAllah ❤️ dari owner nya yg masih muda tp luar biasa ilmu kepemimpinannya : tak segan turun tangan angkat angkut, selalu ramah, murah senyum dan menjawab semua pertanyaan juga permintaan dengan sabar dan tenang sampai² kami menyebutnya Mr. Soft Spoken ☺️ Ustad pembimbing juga MasyaAllah ilmunya tinggi meski masih muda, tak ada lelah untuk memberi ilmu dan mengingatkan kami, cara penyampaian blak blak an, sangat jelas, membanting hati kami yg masih bnyk khilaf dg gemerlap dunia. Membuat kami tersadar betapa selama ini lalai dg tujuan utama Allah menciptakan kami. Jazakumullah khayr ustad fathi dan ustad ali 🙏🏻 Barakallahu fiik atas ilmunya semoga Allah jaga ustad berdua juga keluarga dan segala ilmu yg diberikan menjadi ladang amal yg memperberat timbangan diyaumul akhir nanti 🤲 Aamiin Allahumma Aamiin Semua staf dan kru juga mutowif sigap, cepat tanggap, sabar dan berusaha memberi yg terbaik. Tim handling bagasi dan tiket juga memuaskan pelayanannya. Pak dokter yg selalu tenang, sabar juga sigap dlm mengobati. Stok obat cukup lengkap dlm jml yg cukup. Apartemen transit nyaman, makanannya pas dilidah Indonesia dan menu beragam. Bus nya juga bagus dan nyaman. Tenda di mina nyaman dengan plafon yg benar² efektif menahan panas dan ada toilet darurat yg bisa diakses jika antrian di toilet umum sedang diluar nalar 🤭 hny kl bs mgkin maktabnya agak kedepan sedikit yaa .. Hotel di mekah dan madinah juga sangat nyaman. City tour meski hny sedikit tempat yg dikunjungi tp semua berfaedah dan ada hikmah serta ilmu yg bs diambil. Sedikit saran : mohon disediakan mutowif akhwat selain untuk kunjungan rawdah krn ada bbrp kondisi yg kami para akhwat butuh bimbingan tersendiri terkait hal² wanita yg segan diutarakan ke ustad atau pembimbing ikhwan. Jazakumullah khayr untuk segenap tim tyara tour 🙏🏻 Barakallahu fiik”

★★★★★
fitriana titisLihat di Google: ulasan fitriana titis (tab baru)
Ulasan Google10 / 06 / 26

“Masya Allah, terima kasih Tyaratour atas pelayanan Haji Plus 1447H yang luar biasa. Kehadiran Ustadz Fathi Jawas dan Ustadz Ali Yazid Jawas sebagai pembimbing benar-benar menjadi nilai tambah yang luar biasa. Hati kami merasa sangat tenang karena setiap rukun ibadah diarahkan agar sesuai dengan Sunnah, didukung dengan kajian-kajian mendalam selama rangkaian haji berlangsung. Pengaturan itinerari yang efektif membuat kami tidak merasa terburu-buru, sehingga bisa benar-benar fokus, khusyuk, dan tenang dalam memaksimalkan ibadah. Terima kasih telah mengutamakan kenyamanan spiritual jamaah. Semoga Tyaratour selalu dalam lindungan dan keberkahan Allah SWT.”

★★★★★
Arvin ZiyadLihat di Google: ulasan Arvin Ziyad (tab baru)
Ulasan Google10 / 06 / 26

“Alhamdulillah pernah coba layanan haji khusus disini, pelayanan memuaskan dan dibimbing oleh asatidz yg menekankan sunnah”

★★★★★
Rizal FauziLihat di Google: ulasan Rizal Fauzi (tab baru)
Ulasan Google14 / 09 / 19

“Travel umroh dan haji dengan pembimbing ustadz Yazid Abdul Qodir Jawaz. Tata cara ibadah insya Allaah sesuai sunnah. Ibadah jadi lebih mantap dan tenang. Infonya, tahun depan (2020) kantor Tyaratour akan pindah ke Fatmawati.”

★★★★★
Amin Budi HartantoLihat di Google: ulasan Amin Budi Hartanto (tab baru)